Cegah PMK Wamentan Minta Peternak Sapi Lakukan Vaksin Mandiri
SINAR HARAPAN – Meningkatnya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyasar ternak pengusaha sapi, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengimbau agar para pengusaha ternak melakukan vaksin secara mandiri pada sapi-sapi ternak mereka untuk mencegah ternak terjangkit PMK.
Menurut Wamentan Sudaryono pemberian vaksin secara mandiri oleh pengusaha sebagai pencegahan PMK biayanya akan jauh lebih murah dibanding harus melakukan perawatan jika ternak terjangkiti PMK.
“Kepada siapapun baik pengusaha maupun peternak tidak perlu menunggu (ternaknya) divaksin negara,” ungkap Sudaryono, jumat (17/1/2024).
Baca juga: KKP Segel Pagar Laut Di Perairan Bekasi
“Vaksin itu harganya Rp17.000-Rp25.000. Daripada sapi yang nilainya Rp30 juta lebih itu terkena PMK, lebih baik pengadaan vaksin mandiri,” lanjutnya.
Sudaryono juga mengatakan vaksin untuk PMK saat ini tidak mengalami kesulitan akses di pasar sehingga vaksin mandiri bisa menjadi alternatif untuk menjaga kesehatan ternak pengusaha sapi.
Wamentan mengatakan pemerintah juga sudah menyiapkan jutaan dosis vaksinasi untuk sapi yang akan diberikan secara gratis agar lebih optimal menghadapi kenaikan kasus PMK.
“Kita siaga ya, Kementan siaga. Vaksinasi sudah kita jalankan. Insya Allah sampai dengan April, Mei, sampai tengah tahun kita sudah bisa paling tidak dua juta dosis kita bisa berikan untuk vaksin,” katanya.
Baca juga: Istana Sebut Wacana Penggunaan Dana Zakat Untuk Program MBG Memalukan
Peningkatan kasus PMK dalam beberapa waktu terakhir dilaporkan terjadi di beberapa titik di Indonesia, seperti di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Hal ini menyebabkan penutupan sementara seluruh pasar hewan setempat atas terjadinya peningkatan kasus PMK dengan total kasus hingga Kamis (16/1) mencapai 225 kasus.
Kemudian di titik lain seperti di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, pada Kamis (16/1) menetapkan status darurat penyebaran PMK di 10 kecamatan.
Hingga keputusan itu dibuat, dinas terkait mencatat total ternak yang terpapar virus PMK telah mencapai 1.149 ekor.
Baca juga: Menkes: Iuran BPJS Kemurahan, Tak Bisa Cover 100 Persen Semua Penyakit
Jawa Barat juga terpantau mengalami peningkatan kasus PMK, pada Senin (13/1), Pj. Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin mengatakan peningkatan kasus PMK terjadi di 14 kabupaten dan kota.
Dengan jumlah ternak yang mati mencapai 53 ekor dan menyebabkan satu pasar di Kota Tasikmalaya harus ditutup untuk mencegah penyebaran semakin masif.***
