Memperjuangkan Kemerdekaan dan Keadilan, Kebenaran dan Perdamaian Berdasarkan KASIH
Harga saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mencuri perhatian pada akhir pekan perdagangan, Jumat (17 Januari 2025), dengan mencatatkan penguatan signifikan sebesar 2,7 persen, sehingga mencapai level Rp2.660.

Investor Asing Buy On Weakness Saham TLKM, Ada Apa?

SINAR HARAPAN- Harga saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mencuri perhatian pada akhir pekan perdagangan, Jumat (17 Januari 2025), dengan mencatatkan penguatan signifikan sebesar 2,7 persen, sehingga mencapai level Rp2.660.

Dilihat dari chart harian, posisi ini juga menunjukan keberhasilan TLKM melampaui dua indikator teknikal penting, yaitu moving average 5 hari (MA5) di Rp2.634 dan moving average 21 hari (MA21) di Rp2.648.

Kenaikan ini sekaligus memangkas penurunan mingguan saham TLKM menjadi hanya negatif 0,75 persen.

Dalam perspektif yang lebih luas, performa saham TLKM dalam satu bulan terakhir tetap positif dengan kenaikan 1,53 persen.

Menariknya, meski mengalami koreksi mingguan, di waktu yang sama, saham TLKM tetap diminati oleh investor asing yang memanfaatkan momen buy on weakness.

Hal ini tercermin dari catatan net buy asing sebesar Rp115 miliar dalam sepekan terakhir, menandakan optimisme terhadap prospek jangka panjang emiten telekomunikasi ini.

Perkuat Strategi Bisnis

Asal tahu saja, baru-baru ini, dalam memperkuat strategi bisnis dan kinerja jaringan perusahaan, TLKM menghadirkan solusi pemantauan jaringan melalui Netmonk Prime.

Kehadiran Netmonk Prime diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan Telkom kepada pelanggan, tetapi juga memperkuat daya saing perusahaan di industri telekomunikasi yang semakin kompetitif

Solusi ini merupakan aplikasi monitoring yang menggabungkan pemantauan jaringan, web/API, dan server dalam satu platform yang bersifat proaktif dan preventive maintenance.

Menurut EVP Digital Business Telkom, Komang Budi Aryasa, Netmonk Prime merupakan produk digital yang memudahkan pemantauan infrastruktur IT, memberikan solusi yang lebih kuat dan mudah digunakan.

“Netmonk Prime merupakan produk digital dari Telkom yang bergerak di bidang pemantauan infrastruktur IT, termasuk jaringan, web/API, dan server,” katanya sebagaimana keterangan resmi yang dikutip Minggu (19/1/2025).

Fungsi Netmonk Prime

Aplikasi ini memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan laporan mendalam tentang performa jaringan secara real-time, yang membantu dalam mengidentifikasi waktu terbaik untuk meningkatkan kapasitas jaringan dan mendeteksi masalah sejak dini.

Dengan Netmonk Prime, perusahaan bisa memantau pola penggunaan jaringan, termasuk jam sibuk dan penggunaan rendah, yang memungkinkan mereka mengelola pemeliharaan jaringan secara efisien tanpa mengganggu operasional utama.

Manfaat Bagi Bisnis

Laporan yang dihasilkan juga memberikan wawasan kapan kapasitas jaringan perlu ditambah, untuk mengantisipasi pertumbuhan bisnis dan kebutuhan kapasitas yang meningkat.

Fitur deteksi anomali canggih pada aplikasi ini memungkinkan perusahaan mendeteksi masalah seperti latency atau throughput rendah yang dapat mempengaruhi kepuasan pelanggan.

Selain itu, Netmonk Prime memberikan analitik real-time untuk memantau kinerja jaringan dan mengirimkan notifikasi peringatan ketika terjadi gangguan, yang dapat menghindari downtime yang lama.

Dengan kemampuan ini, Netmonk Prime menjadi solusi penting bagi perusahaan yang ingin menjaga kinerja jaringan mereka agar tetap optimal di tengah pertumbuhan bisnis yang pesat di era digital.

Disclaimer: Tulisan ini bukan anjuran investasi, perhitungan teknikal hanyalah satu dari banyak faktor yang mempengaruhi pergerakan harga saham, level-level tersebut digunakan trader dan investor jangka pendek dalam menentukan posisi entry dan exit dari suatu saham.

Keputusan sebaiknya diambil berdasarkan pemahaman menyeluruh tentang kondisi perusahaan, industri, dan faktor ekonomi secara keseluruhan.***